15- SERBA SALAH

1819 Kata

“Maksud kamu itu saya? Jadi, kamu nggak betah kerja di dekat saya?” Bevi memegang gagang cangkir dengan erat, seolah hidup dan matinya berpegang pada benda kecil itu. Dia menatap mata Birzy yang menyorot tajam. Tubuh Bevi seketika terasa dingin, takut terjadi pertengkaran lagi. “Tidak, Pak.” Birzy tidak mudah percaya begitu saja. Dia maju selangkah, melihat Bevi yang bergerak mundur dengan takut-takut. “Bilang kalau kamu nggak betah. Jangan ngomong di belakang.” “Tidak.” Bevi membuang muka. Tangannya yang memegang cangkir mulai bergetar. Pandangan Birzy tertuju ke tangan Bevi. Dia menarik cangkir itu dan meletakkan di meja samping. “Kamu ingin pindah? Kamu bisa pindah pindah sekarang.” Napas Bevi terasa tercekat. Seharusnya dia senang bisa pindah sekarang juga, tapi yang dia rasakan h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN