“Kalau raja kutub ganteng suka nggak?” Langkah Birzy seketika terhenti. Dia menoleh, melihat Bevi yang terkikik geli itu. Seketika dia berbalik dan berdiri di depan Bevi. “Apa kamu bilang?” “Eh....” Bevi mengangkat wajah. Dia menutup mulut, tidak menyangka Birzy mendengar gerutuannya. “Enggak. Saya tidak bicara apapun, Pak.” “Saya nggak budek.” “Saya nggak bilang Bapak budek.” Birzy melotot, sedangkan Bevi menahan tawa. Lelaki itu mendorong kening Bevi dengan jari telunjuk. “Yang sopan, saya bos kamu.” Bevi menghentikan senyumannya. Dia memberi hormat lalu mengedipkan mata. “Hari ini saya boleh balik?” “Tadi saya bilang apa?” Birzy kembali berhadapan dengan Bevi yang banyak tanya. “Boleh balik.” Bevi mengambil tasnya. Dia bergeser ke samping, ingin buru-buru pergi sebelum Birzy ber

