28 :: TERJEBAK HUJAN

1246 Kata

Langit rupanya sudah memberi tanda jika hujan akan turun, sepanjang perjalanan tadi langit memang mendung dan sekarang, hujan turun begitu deras. Tanpa gerimis sebelumnya. Putra yang tadinya ingin pulang pun terpaksa harus mengurungkan niatnya. “Di minum dulu tehnya.” Kirana menyodorkan dua cangkir teh untuk Putra dan Elang yang kini menjadi tamunya. Suasananya terasa aneh, ia seperti kepergok selingkuh. Yang mengherankannya, Elang sama sekali tak curiga. “Sayang, kamu ngajar private juga ya?” tanya Elang. Kiran melirik Putra yang terlihat tak nyaman. “Kadang-kadang aja, mas tumben mampir bukannya lagi sibuk banget ya?” raut wajah Elang berubah murung, menatap ragu Putra yang ada di sampingnya. “Lagi luang sekarang,” jawab Elang sekenanya. “Kalau gitu aku ganti baju dulu, kalian kutingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN