Selama pelajaran Kiran lebih banyak melamun setelah teguran disampaikan padanya, beberapa guru bahkan menatapnya dengan sinis seakan dia adalah pelanggar berat yang pantas mendapatkan sanksi sosial. Saat berada di kelas pun, alih-alih mengajar. Ia justru memberi tugas dan tenggelam dalam lamunan. Ia merasa tak adil. Saat ia ingin memberi penjelasan, kepala sekolah bahkan tutup telinga dan mengusirnya begitu saja. Tak memberi kesempatan untuknya berbicara. "Padahal murid yang kuajar saja tidak mempermasalahkannya, kenapa harus repot memarahiku." Kiran mengembungkan pipinya. Pandangannya penuh amarah yang tak bisa ia lampiaskan, hanya tangannya yang mengepal. Ia menahan diri untuk tidak merusak apapun yang di depannya dan sekarang, di atas motor ia hanya mempercepat laju motornya. Mengeb

