Kebahagiaan Ian dan Siska lengkap sudah. Sejak kehadiran Nayla sang buah hati, kehidupan mereka berubah menjadi lebih berwarna dan tentu saja lebih heboh dan ribut. Nyaris setiap hari, Ian tak pernah absen mengganggu sang anak. Bahkan sampai membuat Nayla gemas bukan main. Dan berakhir dengan teriakan Nayla, tentu saja di sertai air mata. Jika sudah begitu, Ian akan segera mendapatkan ceramah singkat dari sang istri. Sebagai suami yang baik, Ian tentu saja mendengarkan, tapi hanya mendengarkan saja. Tidak untuk mematuhi. Dan Siska sudah paham dengan hal itu. Siska segera mengambil Nayla dari gendongan. Membawa dirinya duduk di atas sofa ruang TV dan menyusui Nayla di sana. Sedangkan sang suami masih terua gencar menggoda anaknya. Kadang sesekali Ian menekan pinggiran p****g Siska, membua

