"Loh rosa kamu gak sekolah?" Tanya om adam heran saat melihat rosa tidak memakai seragam
"Enggak om"
"Kenapa?"
"Nanti ada yang dateng, makanya rosa mau nunggu" jawab rosa jujur.
"Oh yaudah"
"Oh iya kak david, lo kapten basket kan?" Tanya dandi
"Iya, kenapa?"
"Gua mau daftar dong masuk basket" ujar dandi semangat
"Daftar ya tinggal daftar" ujar david cuek
"Ish"
Mereka semua melanjutkan acara makan yang sempat tertunda tadi.
"David berangkat dulu" pamit david sambil menyalami om adam dan tante rima.
"Dandi juga" dandi pun menyalami om adan dan tante rima.
Telah terdengar suara motor ninja yang meninggalkan rumah keluarga anderson.
"Rosa, boleh kita ngobrol ngobrol?" Tanya tante rima
"Boleh tante" mereka semua menuju ruang keluarga
"Em.. rosa dari mana?" Tanya tante rima, rosa memandangnya bingung.
"Maksudnya? Rosa kan dari tadi di rumah" jawab rosa polos.
"Bukan itu maksudnya" ujar om adam sambil menghela nafas .
"Maksudnya waktu tante ketemu rosa kan, rosa lagi bawa koper. Nah itu rosa abis dari mana?"
"Oh itu. Abis dari amerika tante" jawab rosa santai. Om adam dan tante rima saling menatap.
"Kita tau kalo kamu itu buka dari keluarga biasa. Jadi bisa kamu kasih tau kita kenapa kamu gak pulang kerumah?" Tanya om adam serius, rosa menatap mereka dengan datar.
"Emang salah ya kalo rosa gak mau pulang kerumah? Rosa cuma pengen hidup mandiri aja. Apa om sama tante keberatan karena ada rosa disini?" ujarnya serius
"Bukan itu maksudnya. Kita hanya khawatir orang tua kamu nyariin" ujar tante rima cepat
"Oh itu. Tenang aja, orang tua rosa pasti udah tau dari awal. Kan banyak mata mata yang ngikutin rosa. Tapi sekarang gak ada kok yang ngikutin, tenang aja" ujar rosa santai
"Huftt.. yaudah kalo gitu"
Tiba tiba bibi berjalan kearah mereka.
"Kenapa bi?"
"Itu ada titipan buat non rosa" ujar bibi itu sambil menatap rosa
"Oh, makasih bi" rosa berjalan menuju luar rumah diikuti tante rima dan om adam yang penasaran. Setelah melihat seseuatu itu, rosa terdiam.
"HAH?" Teriak om adam dan tante rima kaget. Ayolah, siapa yang gak kaget kalo didepan rumah kalian ada mobil ferari dengan keluaran terbaru?
Rosa hanya melihatnya dengan tatapan datar, dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi rio.
"Lo dikasih apa sama kak el?" Tanya rosa langsung
"Mobil ferari. Gila gak sih itu orang. Masa seorang supir punya mobil ferari" gerutu rio
"Sama aja. Emang beneran gila deh si kak el. Masa ngasih kita berdua mobil ferari. Gua telpon kak el dulu ya"
"Hmm"
Rosa mencari kontak el dan menelponnya
"Halo adikku yang cantik, gima--"
"Lo gila? Ngasih gua sama rio mobil ferari. Lo tau kan kalo kita berdua ini tinggal dimana dan jadi apa. Lo mikir dong" oceh rosa memotong perkataan el
"Hehe.. sorry deh. Gua beneran lupa"
"Sebagai gantinya lo harus beliin gua motor biasa, kalo rio motor sport"
"Lo gak mau motor sport juga?"
"Mau lah. Tapi kalo motor gua taro aja di mansion. Dan lo singkirin ini mobil mobil ini sekarang juga!" Tegas rosa
"Iya adikku sayang"
"Oh iya satu lagi. Cepetan kirim motornya, gua mau kerumah bunda sama ayah"
"Hmm"
Rosa mematikan sambungan telpon itu. Dengan cepat dia memasuki rumah diikuti oleh tante rima dan adam yang masih terdiam.
"Rosa?"
"Iya?"
"Kita percaya kalo kamu bukan dari keluarga biasa, tapi kita gak tau kalo keluarga kamu sekaya ini"
"Hehe.. biasa aja kok om" ujar rosa merendah.
"Hmm.. yaudah deh"
"Oh iya, om tan.. rosa pamit dulu ya, mau kerumah orang tua dulu"
"Yaudah. Hati hati ya"
"Iya tante" ujar rosa sambil tersenyum. Setelah kepergian rosa, adam menatap depan dengan datar.
"Sebenarnya siapa rosa itu?"
***
"Bunda!! Ayah!!" Teriak rio dan rosa bersamaan saat sudah sampai di mansion milik keluarganya
"Berisik!" Ketus rafa dan cecil
Rio dan rosa mengerucutkan bibirnya.
"Gak kangen apa sama anaknya ini?" Goda rio
"Gak mau peluk?" Tambah rosa sambil memainkan kedua alisnya.
"Ya kangen lah" rafa dan cecil memeluk anak kembarnya itu dengan sayang. Sesekali mereka mencium kening rio dan rosa.
Srettt
Tiba tiba cecil menjewer telinga rio dan rosa bersmaan.
"Dasar anak durhaka, bukannya pulang dulu kerumah terus ketemu orang tua, nah ini malah kerumah orang lain dulu" omel cecil
"Bun.. ampun bun. Sakit bun sakit.." ringis rio dan rosa
"Gak ada kata ampun, kalian berdua ini kelewatan. Nanti bunda kutuk juga kalian jadi batu" tiba tiba rio dan rosa secara paksa melepaskan jeweran dari cecil.
"Emang bunda mau punya anak batu?"
"Terus bunda gak malu apa punya anak batu?"
"Dan, apa bunda gak nyesel nantinya?"
"Terus kalo bunda kangen sama kita gimana?"
"Te-- hmpffttt" rosa dan rio memberontak saat rafa menutup mulut kedua anaknya itu dengan tangannya.
"Berisik" ujar rafa dingin sambil melepaskan tangannya. Rafa menatap kedua tangannya yang sudah basah itu dan menatap ngeri kearah kembar setan itu.
"Jorok" desis rafa sambil mengelap sisa air liur sikembar itu ke bajunya.
"Salah ayah sendiri lah" balas rio cuek
"Oh iya bun ada makanan gak?" Tanya rio
"Enggak"
"Sana bun masak. Rio laper nih. Jangan suruh bibi yang masak karena rio kangen masakan bunda. Oh iya tau gak sih yah kalo ayah itu gak cocok jadi kaya gini. Apaan masa pakaiannya warna pink. Ihhh cucok cin" ujar rio berlagak seperti banci dan berjalan meninggalkan rafa yang menganga dan melihat boxernya berwarna pink. Rafa harus menahan malunya didepan kedua anaknya ini.
"Tampang boleh security tapi hati hello kitty. Luar boleh dingin, tapi dalemnya kaya cewek juga. Jaman sekarang sudah berubah ya? Ckckck"
"Cewek jadi kayak cowok sih masih keren lah, tapi kalo cowok jadi cewek... dunia bakal jadi apa kalo cowoknya lembek semua" ujar rosa sambil menilai rafa dengan seringainya. Rosa meninggalkan rafa dan cecil yang menahan emosi.
"Rionelo cello walker, rosalina celia walker!! Kalian kurang ajar. Benar benar minta dikutuk kalian berdua ini" teriak rafa dan cecil marah
"UUHHH TAKUT" balas rio dan rosa berteriak sambil mengejek. Rafa dan cecil saling pandang dan menggelengkan kepala mereka.
"Astaga"
"Kenapa bisa jadi kayak gini kelakuan mereka berdua?"
"Pasti nurun kamu" tuduh rafa kepada cecil
"Kok aku? Mereka kan anak kamu" balas cecil tak terima
"Dia juga anak kamu kali cil. Masa iya mereka anak aku sama guling, kan gak mungkin" balas rafa datar
Pletak
"Jangan asal sembarangan ya ngomongnya. Mereka berdua itu anak aku" ujar cecil sewot sehabis menempeleng kepala rafa
"Lah, aku kan emang bilang mereka anak kamu"
"Tadi kamu bilang kalo mereka anak kamu sama guling. Kamu ini gak ngehargain baget perjuangan aku buat ngelahirin mereka berdua" oceh cecil
"......" rafa speechless mendengarnya.
"JANGAN RIBUT BISA? INTINYA KITA BERDUA INI ANAK BUNDA SAMA AYAH. BUKAN ANAK GULING MAUPUN BANTAL, APALAGI ANAK TUKANG SAYUR DAN TUKANG BUBUR" rafa dan cecil terdiam sesaat setelah mendengar teriakan maut milik rio dan rosa
"Gila"
***
Rosa sudah sampai dirumah keluarga anderson.
"Bosen banget gila. Apa gua kelilingin aja ya ini rumah?" Tanya rosa pada dirinya sendiri. Akhrinya dia bangkit dari duduknya dan berjalan mengitari seisi rumah itu. Sampai rosa berhenti disebuah ruang musik, dia memasuki ruangan itu. Seketika senyumnya merekah saat melihat sebuah piano.
Rosa duduk didepan piano itu, jari jarinya menekan piano itu dengan lihai. Rosa memejamkan matanya beberapa saat sambil mendengarkan nada piano itu. Dia sangat beruntung karena ibunya--cecil- sangat pintar bermain piano.
"Bagus" puji seseorang membuat rosa tersentak dan melihat kearah seseorang tersebut.
Rosa menatap david yang sedang bersandar didepan pintu dengan tangan bersedekap.
"Makasih" ujar rosa gugup
"Kenapa lo gak sekolah? Lo bolos? Berani amat lo bolos saat hari kedua sekolah. Jadi orang kok pemalas, mau jadi apa lo gede nanti. Suami lo pasti nanti sengsara" ujar david meninggalkan rosa dengan mulut menganga
"TUTUP MULUT LO SEBELUM LALET MASUK" teriak david dari bawah, rosa langsung menutup mulutnya.
'Dasar david sialan. Si mulut iblis. Gua doain lo jadi suami gua nanti'