Eps. 65. Prasangka Miring

1173 Kata

Di atas rerumputan dan di pinggir danau, Aryan memijakkan kakinya, seraya melemparkan pandangan jauh ke tengah. Air danau yang memancarkan warna hijau kala diterpa sinar mentari sore, terlihat begitu tenang. Namun, sangat berbeda dengan suasana hati Aryan yang dirundung kesedihan mendalam. Tak jauh dari tempatnya saat itu, suasana berbeda juga tampak pada sisi lain danau. Tumpukan material bangunan, pasir, batu dan koral terlihat menggunung, serta deru suara mesin dari beberapa jenis alat berat, buldoser dan eskavator juga terdengar saling bersahutan. Sebuah mega proyek renovasi bendungan oleh pemerintah, sedang berlangsung di sana. "Sukma ... di tempat ini dulu aku terdampar. Danau ini juga lah, yang membawa aku bertemu denganmu." Di tempat semula, Aryan berjongkok dan tangannya bergera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN