Hingga beberapa hari ke depan, tak ada masalah berarti yang mengusik ketenangan Alana, sampai Rangga akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah pun, Tasya tak lagi menampakkan batang hidungnya. Setidaknya hal itu membuat Alana sedikit lebih lega. Bahkan segala teguran dan omelan Mama Rossa bagaikan angin lalu di telinga Alana. Dan pagi itu Alana yang telah selesai memandikan Arka dan menyuapi Arka dengan puding coklat kesukaannya itu tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita yang kini berdiri di depan rumah. Rangga berkacak pinggang menyambut kedatangan wanita itu, “Heh, Mely! Ke mana aja kamu? Baru muncul sekarang setelah aku keluar dari rumah sakit? Bener-bener kamu, ya?” tegurnya dengan suara keras, namun demikian malah membuat Mely cengar-cengir meringis. “Ya, maafin lah, ya,

