So, where is Al?" aku meletakkan sepiring pisang goreng keju yang kubuat dan menyodorkannya pada Adara. Dia memang sedang kabur dari kantornya, padahal ini belum jam pulang. Alasannya adalah dia sedang bertengkar dengan pacarnya yang juga satu profesi dengannya, Althaf. Adara tau sekali ini tidak profesional, sebelumnya aku bermaksud mengenalkannya pada Sakti. Kupikir mereka cocok karena Sakti tipe-tipe kalem namun sangat menyenangkan yang bisa membuat sifat keras Adara melunak. Namun karena posisi Sakti masih tinggal di Jerman dan sepertinya pemuda itu dulu tidak berminat kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, aku mengurungkan niat itu. Tau-tau Adara mengaku sudah punya pacar –bukan- calon suami, karena Althaf langsung melamarnya dua bulan yang lalu. Mereka teman satu kantor dan selam

