"Kenapa nggak kamu samperin mereka?" Adara yang ada didepanku mengerinyitkan dahi, aku sudah selesai dengan acara tangisanku. Setelah membayar semua kebutuhanku itu aku langsung menyetop taksi dan langsung ke kos adara. Untungnya, Adara sedang berada di kos dan menerimaku dengan baik. Aku masuk ke dalam kosnya dengan air mata yang sudah berderai. Ucapannya sukses membuatku tertegun pelan. "Bang Arsen datang sama kamu, nggak mungkin banget dia janjian sama cewek itu. Mereka cuma nggak sengaja ketemu. Sa. Kenapa kamu harus kabur disaat kamu punya kesempatan matenin Arsen milik kamu depan perempuan itu" jelasnya lagi. Aku terhenyak dan mengusap sisa-sisa air mataku. "Kok aku nggak kepikiran ya?" "SI BODOH!" marah Adara langsung. "Kalau aku jadi kamu, aku samperin itu Arsen sekalian ngasih

