PART 29

1121 Kata

Nafas gadis itu seakan tercekat di tenggorokan, dia tidak tau harus bagaimana sekarang. Dimana lelaki itu? Rasanya Pesona ingin sekali mendekap erat lelaki yang selalu dia rindukan tiap malam selama beberapa bulan terakhir ini. Tanpa tulisan itupun, Pesona tau siapa yang menggambarnya. Lelaki itu sangat pandai melukis, dan dia juga pernah melihat karyanya. "Nendra..." "Dia dateng? Dia tau ulang tahunku? Nendra... Dia dateng..." racau Pesona. Gadis itu menangis Dalam racauannya, dia mulai memahami semuanya sekarang. Alasan kenapa Almas bingung saat Pesona bertanya tentang yang menghias panti, ternyata karena bukan dia yang mempersiapkan ini semua. Nendra adalah orang yang telah menghias semua ini. Pesona mengambil jakernya lalu keluar dari kamar. Lelah yang tadi terasa seakan tidak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN