PART 26

1023 Kata

Hukuman yang diberikan kepada kedua lelaki itu ternyata cukup membuat mereka kelelahan. Sebenarnya bukan kelelahan, lebih tepatnya pegal. Kaki yang sepanjang hari berdiri ditengah lapangan dengan terik matahari yang sangat panas. Mereka mengurut kedua kakinya yang sedang mereka istirahatkan karena bel pulang sekolah telah berbunyi. Mereka duduk di pinggir lapangan tanpa memandang ataupun berbicara satu sama lain. "Kalian sudah selesai! Sekarang pulang kerumah dan jangan mampir kemana-mana lebih dulu! Mengerti!" ujar pak Bambang yang baru saja keluar dari kelas mengajarnya. "Iya pak..." jawab keduanya serentak. Setelah kepergian pak Bambang, Almas berdiri dari duduknya sambil menepuk bagian bokongnya yang kotor terkena debu. "Lo sengaja?!" tanya Nendra datar saat debu itu mengenai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN