Mata Alvino terarah ke depan-menatap wajah Helena yang tampak menahan sesuatu. Ia yang duduk di depan gadis itu terus memperhatikan gelagat Helena yang tampak aneh. "Kau kenapa?" tanya Alvino namun tidak menatap Helena. Ia berusaha untuk bersikap cuek dengan memainkan ponselnya. Helena mengangkat kepalanya yang tertunduk. Seketika ia tersenyum mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Alvino. "Kau mengkhawatirkanku? Kau khawatir kalau aku tiba-tiba m*ti?" Alvino memutar matanya, "lebih cepat lebih baik untuk kau m*ti. Tanpa aku harus menyentuhmu, Simon akan datang padaku dan memberikan nyawanya kepadaku." Helena tersenyum miris, "apa kepalamu hanya berisi tentang menghilangkan nyawa seseorang saja? Apa kau tidak puas telah membunuh keluargaku-" "Apa kau lihat ada rasa kepuasan di w

