"Kenapa banyak sekali kacanya?" ujar Helena bingung sendiri melihat kamarnya yang sangat berantakkan. Ia berkacak pinggang dan terus menghela nafasnya. "Aku rasa ini tidak akan selesai, aku lelah." Helena merebahkan tubuhnya ke ranjang-menatap langit-lagit dan kembali memikirkan ucapan Paman padanya beberapa waktu yang lalu. "Simon sudah menemukan pelakunya, dan aku malah terus menuduhnya. Ah... Helena kau sungguh payah! Kau memang bodoh." ujarnya memukul-mukul kepalanya. Helena merubah posisinya menjadi duduk, ia kembali menatap kamarnya yang berantakkan. "Aku penyebab semuanya maka aku juga lah yang harus membereskan semua ini." Helena berdiri dan mulai membersihkan kamarnya. Butuh beberapa waktu, hingga ia bisa membersihkan semua pecahan yang berserakkan di lantai kamarnya dan dapat p

