Epilog

1464 Kata

Satu tahun kemudian... "Bayi ini sungguh menjengkelkan sekali," keluh Kelvin merasa semakin tersaingi. "Ini anak kamu juga loh." "Ya, tapi dia berani sekali mencuri banyak pelukan dan kemanjaan dari kamu. Aku iri." Sena hanya bisa geleng kepala. Sejak putra kecilnya lahir, Kelvin jadi semakin kekanakan. Ada saja tingkah cemburunya pada darah dagingnya sendiri. "Kurasa cukup satu saja." "Apanya?" Sena bingung. "Anak kita. Kita nggak perlu tambah lagi. Aku nggak mau membagi cinta kamu terlalu banyak." Sena tertawa. "Kamu nih ada-ada saja, masa cemburu sama anak sendiri? Lucu banget." "Saingan terberatku." "Kok saingan. Ini anakmu juga, Kelvin." Sena kembali mengulangi. "Hmm. Apa kamu lupa hari ini hari apa?" Sena tampak menimbang sejenak, "Sabtu?" terkanya memastikan. Jawab

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN