"Kenapa Pak Kelvin menyukai saya?" "Harus saya jawab?" "Jangan balik bertanya dong." "Ehm... entahlah, saya juga kurang yakin." "Kurang yakin?" Sena memberengut muka. "Saya suka semua yang kamu katakan. Saya suka cara kamu mendekati saya. Saya suka segala hal yang kamu lakukan untuk saya. Mungkin kamu akan berpikir ulang, apa yang sudah kamu lakukan terhadap saya." "Memangnya apa? Saya hanya berusaha menyentuh hati Pak Kelvin. Saya rasa belum melakukan banyak hal untuk Pak Kelvin." "Saya juga bingung. Hanya saja, bahkan ketika kamu tidur terlelap pun, saya bahagia melihatnya. Selama kamu masih bernapas dengan lega. Saya pun lega." Sena ternyum tipis. "Sepertinya, Pak Kelvin benar-benar kasmaran sama saya. Wah, saya benar-benar beruntung sekali ya." "Saya yang beruntung. Harusnya

