34

1750 Kata

Tentu saja hal itu membuat Rania memikirkan perkataan dari Randra karena sangat aneh. Apanya yang ngebut tapi tetap safety? Rasanya aneh. "Maksudnya gimana Randra? Lo ga bisa anterin gua? Kalo gitu no problem gua pakek taksi juga bisa kok." Ujar Rania yang sudah akan pergi tapi tangannya dinl tahan oleh Randra karena bukan itu yang ia mau. "No, bukan gitu Rania. Maksudnya, sebenarnya gua tadi bukannya benar mau pulang tapi gua mau ke Mall. Nyusul Dilan dan Kiara." Ujar Randra yang merasa tidak enak karena tadi ia telah bohong kepada Rania. "Atau Lo ikut gua aja Rania? Lo mau kan? Temani gua karena nanti pasti gua dikira jadi orang ketiga tuh buat Dilan sama Kiara. Okay ya? Temani gua?" Tanya Randra dengan nada lebih harap kepada Rania itu. "Eh tapi, apa ga papa gua ikut?" Tanya Rania y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN