Agam sudah selesai makan dan.ia sudah meminum obatnya. Tampak Kiara memegang pipi dan kepala Agam untuk mengecat apakah tubuh Agam masih sedingin tadi atau tidak. Agam pun meraih tangan Kiara yang ada di pipinya dan akan menggenggam tangan Kiara yang lembut itu. Rasanya benar-benar nyaman dan tenang. Hanya tangan Aruna dan Kiara saja yang nyaman di dalam genggamannya. Tak ada perempuan lain, pun juga dengan perempuan yang ada di keluarganya pun tak memberikan kenyamanan itu. Malah ia sangat jauh dari kata nyaman ketika bersama dengan mereka. Tak ada perhatian untuk dirinya juga. "Ra, aku minta maaf ya sama kamu. Aku mau minta maaf aja sama kamu atas semuanya. Kamu mau kan untuk maafin aku?" Ujar Agam kepada Kiara dan meskipun Kiara tidak tahu kenapa Agam meminta maaf kepada dirinya pada

