“Dave.. kenapa kamu menatapku seperti itu?” Tanyaku yang mulai merasa risih saat Dave menatapku lekat bahkan mungkin tidak berkedip lagi. “Aku jelek ya?” Lanjutku bertanya. Dave menggelengkan kepalanya tanpa melepaskan pandangannya dariku. “Bahkan kamu saat ini terlihat sangat cantik, bidadari pun mungkin kalah denganmu.” Pujinya terdengar berlebihan. Aku tertawa mendengar ucapannya. “Aku serius sayang.” Iya mencoba meyakinkanku. “Gombal.” Timbalku. “Yaelah malah dikata gombal.” Ia memutar bola matanya. “Iya iya.. aku percaya.” Ucapku tersenyum. “Sudah siap menjadi nyonya Anggara kembali?” Tanya Dave menaikkan satu alisnya. “Tentu saja.” Jawabku padanya. Hari itu, kami kembali melangsungkan acara pernikahan kami untuk yang ketiga kalinya. Bayangkan saja, aku sudah menikah untuk yang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


