BAB 23

2090 Kata

Napasku terengah-engah saat aku sampai didepan rumahnya. Syukurlah, ku lihat mobilnya masih terparkir didepan rumahnya. Itu artinya ia masih berada di rumahnya. Aku langsung menggedor pintu rumahnya dan berteriak memanggil namanya. “Dave… buka pintunya Dave. Ini aku Mila……. Dave… Aku mohon buka pintunya…” Berulang kali aku berteriak memanggilnya, tapi pintu itu tidak kunjung terbuka juga. Aku mengingat bahwa saat itu Dave pernah memberikanku kunci rumahnya. Aku berharap ia belum mengganti kunci rumahnya. Aku segera merogoh tasku, dan syukurlah aku masih menyimpannya didalam tas yang aku bawa dan langsung saja aku membuka pintu rumah itu. Aku langsung berlari menuju kamarnya, dan mengetuk pintu kamarnya. Aku pikir tidak masalah jika ia menolak membukakan pintu rumahnya untukku, toh aku tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN