Mentari POV "BINTANG !!!! Bangun Bintang !! Yak pohon kelapa bodoh !! Aku pukul kau bila kau tak juga bangun !! Bangun !!! Bangun !!!" Aku hanya bisa berteriak-teriak di samping Bintang yang sedang terbaring kaku seperti mayat, namun denyut nadinya masih ada walau sangat lemah, dia pun hanya bernafas dengan bantuan alat medis. ~~~~~~~ Ya .. sebelumnya, saat satu tangan Bintang terlepas, aku sadar dia sudah kehilangan kesadarannya, dan sosok itu sudah tidak ada lagi di bawah kaki Bintang. Dengan tenagaku yang sudah hampir habis, aku masih berusaha menahan tangannya agar dia tidak terjatuh. Aku tidak bisa menariknya ke atas karena keterbatasan tenagaku. Aku hanya berdoa semoga Tuhan memberikan bantuan kepada kami. Air mataku tak bisa berhenti mengalir saat ini, aku sangat takut saat ini

