"Mentari ... Tolong aku ..." Saat aku mendengar itu .. aku tahu itu suara Bintang, suara itu jelas terdengar berasal dari dalam sana. Tanpa mempedulikan rasa takutku, aku langsung berlari dan masuk ke dalam pintu portal itu, Bintang .. bersabarlah .. aku datang, batinku berkata. "Waktumu berada pada telapak tanganmu, cepatlah bergerak nanti, bila kau terlambat dia akan mati" Sebelum aku masuk ke dalam cahaya itu, aku mendengar suara Awan berkata seperti itu, aku melihat kembali ke belakang, namun aku melihat Awan masih fokus berkonsentrasi bersama ragaku di sana, namun tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung saja memasuki portal ini. Saat rohku menembus cahaya ini, jelas saja aku sudah berada di dunia lain, aku berada di tempat yang sangat berbeda dengan duniaku, tempat gelap dan di

