Bunga Merah Darah (2)

2363 Kata

"Jadi ? Apa kesalahpahamannya ? Sudah jelas kau yang menaruh ini kan ? Surat ini pun darimu kan ? Maksudmu apa seperti ini padaku ?" ucapku. "Me-Mentari .. ti-tidak Mentari .. tunggu .. tidak mungkin .. ini tidak mungkin" ucap Deva memasang wajahnya seperti kebingungan. "Apanya yang tidak mungkin ? Kau akan mengelak bahwa ini bukan kau yang memberikannya? Maksudmu apa Deva ? Kau ingin menakutiku atau apa ? Kau tau ini apa kan ? Ini adalah debu bekas pembakaran orang yang sudah meninggal !!! Dan dari mana kau mendapatkan ini ??" ucapku menaikkan nada bicaraku. "Tidak .. bukan begitu Mentari, aku memang yang memberikan dan menulis surat ini, tapi sungguh .. bukan itu yang aku berikan. Aku hanya memberikanmu bunga mawar merah, aku sama sekali tidak tahu mengapa ada itu di sini" ucap Deva.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN