Daniel jalan di koridor sambil memainkan kunci motornya, rencana nya hari ini di kelas adalah tidur, tidur, dan tidur. Sudah selesai. Daniel mendadak berhenti ketika melihat Kalya yang sedang berada di depan ruang BK bersama Aldo, tampaknya gadis itu sedang menangis dan Aldo menenangkan sedang menenangkan Kalya. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba perasaan Daniel tidak enak? Saat dirinya ingin melangkah lagi, mendekat dan berbicara dengan Kalya, tiba-tiba ada seseorang yang menarik dirinya menjauh dari Kalya. Daniel melihat orang itu dan dia ternyata ayahnya sendiri. *** Plaak!! Daniel kaget tau-tau ayahnya sudah menamparnya sangat keras di ruangan direktur. Dia memegang pipinya yang habis ditampar itu, perih dan sakit rasanya. "Kenapa papah nampar Daniel??" tanya Dani

