Kalya terdiam, dia beberapa kali menatap kosong ke depan, mungkin apa yang sudah Dinda pilih adalah jalan terbaik untuknya, kehilangan sahabat yang sangat setia memang menyakitkan, tapi apa boleh buat, semua ini terjadi karena kesalahan satu hal yang sangat fatal, Dinda hamil. Itulah masalahnya, dia tak bisa terus terusan di Indonesia, kehamilan Dinda mau tak mau harus disembunyikan agar tidak menjadi aib. "Kal, pr lo udah kan? Boleh liat?" Kalya mendongak melihat Daniel yang sekarang sudah nyengir dihadapannya. "Hah?" Seakan baru tersadar Kalya tidak mendengar apa yang Daniel ucapkan. "Pr, minjem, pliss." Ujarnya dengan wajah memohon, Kalya menghela nafas lalu mengambil buku dari kolong meja. "Makasih." Daniel langsung nyengir dan duduk di sebelah Kalya. "Dan," Kalya menoleh

