BAB 41- Berdamai

1610 Kata

“Wow ... wow ... wow, lihatlah siapa yang ada di sini sekarang. Benar dugaanku jika kau berbeda dari yang lainnya, Julia.”    “Hentikan sekarang, sebelum semuanya terlambat.”    “Haha, apa yang perlu di hentikan? Bahkan, kita saja belum memulainya, gadis Bodoh!”    Laki-laki itu menarik cambuknya hingga membuat tubuh Julia ikut terseret ke depan. Dengan sekuat tenaga ia menahannya walau darah mulai keluar dari telapak tangan akibat gesekan dari cambuk tersebut.    “Gadis keras kepala! Tapi oh ... entah mengapa, ini aneh ... sangat aneh ..”    Hyujin seperti sedang bergumam sendiri namun tanpa melepas cambuknya sama sekali. Laki-laki itu membatin dalam hati, baru kali ini ia melihat gadis yang begitu pemberani menantangnya. Biasanya, ia akan melihat si gadis beteriak kesakitan dan memo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN