Sang gadis dalam perjalanan menuju markas Amara setelah pengawal yang kemarin datang menjemputnya tepat jam 8 pagi. Setibanya di sana, wanita yang akan ditemui memintanya menunggu karena tengah menerima telpon di ruang kerjanya. Tak berselang lama, pengawal menyuruh Julia masuk setelah mendapat izin dari sang nyonya rumah. “Welcome, Julia,” sapa Amara begitu gadis tersebut masuk ke dalam ruangannya. “Terima kasih, Mama. Selamat Pagi.” “Duduklah di sana, supaya kita lebih santai dalam berdiskusi nanti,” kata Amara sambil memberi isyaratkan dengan dagu untuk duduk di sofa tamu, tak jauh dari meja kerja Amara. “Kau sudah melihat foto-foto itu?” tanya Amara yang kemudian duduk di sebelah si gadis sambil membawa sebuah map berwarna cokelat. “Sudah, aku sudah melihatnya.”

