Setelah membersihkan tubuh dengan sebaik-baiknya, Julia mulai mematut dirinya yang belum terlapisi selembar benanpun di depan cermin. Petualangan kali ini sungguh mendebarkan hati, sehingga ia harus menyiapkan segala sesuatunya dengan detil dan teliti. Gadis itu memandangi tubuhnya sendiri yang polos, dan menemukan sebentuk keindahan liar yang ada dihadapannya kini. Gadis yang ada di dalam cermin itu bukanlah Jelita yang beberapa hari lalu masih merupakan sesosok lemah lembut dan cantik keibuan. Dia yang terpantul dari dalam cermin besar di ruangan kamar, adalah sesosok gadis yang bernama Julia. Sama-sama cantik, tapi yang ini terlihat begitu dingin penuh misteri. Senyum yang tersungging di bibir sang gadis, bukanlah sebuah ekspresi hati yang bahagia, melainkan sebuah kulum senyum

