Bagian Tiga Puluh Sembilan

1110 Kata

Calya terisak dalam pelukan sang Bunda. Sejak melihat kedatangan kedua orangtua dan Papa mertuanya, Calya memang sudah menduga sesuatu telah terjadi. Dan begitu Papanya menyampaikan dengan lirih, Calya tak kuasa menahan tangisannya.   Arion gugur.   "Kuat ya nak. Calya anak kuatnya Bunda." Sagita terus mengelus punggung sang anak, memberi ketenangan dan semangat.   "Ikhlaskan sayang, itu jauh lebih baik. Ingat kondisi kamu"   Sebelah tangan Calya turun mengusap perutnya. Ya Allah nak, kita tidak bertemu Ayah lagi. Gumam Calya.   Sagita melepas pelukannya lalu menyeka air mata Calya dengan lembut.   "Kita selalu ada untuk kamu nak, jangan pernah merasa sendiri dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan."   Calya hanya mengangguk pelan walau air matanya tak berhenti luruh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN