Menjadi istri seorang Abdi negara dan tinggal di asrama memiliki kelebihan dan kekurangan. Persaudaraan mereka amat kental, ramah, dan saling tolong menolong. Calya berusaha membawa diri dengan baik, sikap supelnya membuat orang-orang di sekelilingnya dapat menerima Calya dengan tangan terbuka. Pertama kali harus mengikuti giat persit, Calya sangat gugup. Apalagi harus berbicara sesopan mungkin kepada sesama atau yang lebih tua. Tetapi, tak semua orang menyukai Calya. Belakangan ini Calya merasa jika mbak Farhan atau nama kecilnya mbak Anita membencinya. Ibu dua anak itu selalu saja mencari kesalahan kecil Calya. "Dek Arion, kamu saja yang cuci piring di belakang" Calya menghembuskan napasnya, sejak tadi ia di suruh-suruh. Ingin protes tapi takut nama Arion tercoreng.

