Bagian Enam Belas

1140 Kata

Calya menutup pintu kamarnya, matanya terasa berat. Hampir pukul 3 pagi dan dia baru akan tidur. Tetapi ketukan pintu menginterupsi Calya yang hendak membaringkan tubuhnya. Calya menghela napas berat lalu membuka pintu kamarnya, hendak mengomel tetapi tangisan sang Bunda membuat Calya langsung terjaga.                                                                      "Bunda kenapa?" tanya Calya dengan suara seraknya. Bunda memeluk Calya erat.   "Papa..."   "Papa kenapa?" tanya Calya. Kantuknya sempurna menguap. Ia melepas pelukan sang Bunda dan menatap wanita paruh baya itu cemas.   "Papa ngabarin.. Operasi di Papua diserang nak."   Tubuh Calya menegang. Operasi di papua? Bukannya tadi mas Arion.. Calya menggelengkan kepalanya.   "Kabar terakhir.. Arion ditembak bertub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN