Bagian Lima

1031 Kata
Arion menghela napas berkali-kali, sesekali ia melirik Calya yang sibuk dengan ponselnya. Gadis cantiknya hari ini memakai kaos lengan panjang bergaris hitam putih dan jeans biru navy serta sepatu kets hitam dengan tali berwarna pink menutupi kaki nya. Rambut sebahunya lagi-lagi tergerai dengan bandana berwarna biru navy menghiasi rambutnya.   "Mas, pulangnya singgah di toko kue langganan Bunda ya? Bunda pesan chocoberry." ucap Calya sambil menatap Arion sekilas lalu kembali fokus dengan ponselnya.   Jantung Arion berdesir mendengar panggilan Calya. Sejak dulu, perasaannya tak berubah hanya saja ia tak pandai mengekspresikan perasaannya hingga harus berujung penyesalan. Arion hanya berdehem pelan sebagai jawaban.   Begitu tiba di mall, mereka menuju toko cincin dengan brand ternama. Arion dapat menangkap raut bimbang dari Calya yang mengamati berbagai macam cincin dihadapannya.   "Cari apa, mas?" sapa seorang wanita muda sambil tersenyum sopan.   "Cincin pertunangan mbak" jawab Arion singkat. Wanita muda itu dengan sigap mengambil beberapa cincin terbaik yang mereka punya.   "Yang ini aja mbak" ucap Calya. Pilihannya jatuh pada cincin dengan hiasan sebuah berlian kecil. Sedangkan Arion memilih cincin yang polos. Setelah melakukan pembayaran mereka keluar dari toko perhiasan tersebut.   "Mau langsung pulang?" tanya Arion   "Aku mau ke starbucks beli minum" jawab Calya. Arion mengangguk dan mengikuti langkah Calya menuju starbucks.   Arion menunggu Calya di salah satu kursi pengunjung, mengamati Calya yang sedang mengantre lalu alisnya bertaut saat melihat seorang pria menghampiri Calya.   Ia dapat melihat Calya tersenyum ramah, pria itu kembali berbicara yang ditanggapi Calya dengan tawa dan ia menjawab ucapan pria itu. Ia terus memerhatikan Calya, cara gadis itu berbicara dengan pria dihadapannya, bagaimana Calya mendorong pelan bahu pria itu sambil tersipu malu lalu ia melambai saat pria itu pergi.   Tiba-tiba saja pikirannya berkecamuk. Arion merasa... Cemburu? Calya bisa tertawa selepas itu bersama pria lain, sedangkan dirinya terlalu kaku untuk bisa membuat Calya tertawa.   "Mas! Kok bengong? Ayoo" ucap Calya yang sudah memegang cup minuman sedangkan sebelah tangannya lagi menarik lembut pergelangan tangan Arion. Arion mengangguk kaku melepas pegangan Calya di lengan nya lalu ia menggenggam jemari Calya. Tangan kokohnya menutupi tangan mungil Calya.   "Tadi siapa?" tanya Arion saat mereka sudah dalam perjalan menuju toko kue langganan Bunda Calya, dan seandainya Calya sadar terselip nada cemburu pada ucapan Arion.   "Yang di starbucks? Teman Sma." ucap Calya sambil menyeruput minuman pesanannya.   Arion tak mengucapkan apapun lagi hingga mereka tiba di rumah Calya.   ***   Calya sedang mendengarkan lagu pop barat dengan earphone yang tersumpal di kedua telinganya walau harus terjeda karena ponselnya yang berdenting pertanda notifikasi chat.   Calya kemudian membuka aplikasi w******p nya. Grup chat dengan sahabat-sahabat Sma nya. Grup itu berisikan 4 orang. Calya, Sherly, Meira, dan Abel. Diantara mereka baru Meira yang sudah menikah sehingga grup itu mereka namakan Girls and Woman.   Tetapi saat Calya membuka chat grupnya, Sherly mengganti nama grup nya menjadi   Soon Calya's Engagement   Abel Lemot Hah? Seriusan? Lo halu kali Sher.   Meira Makrempong Hoax dari mana non @Sherly Mercon   Sherly Mercon Gue serius Bel, Jadi tadi Sasa, adeknya si Calya ke resto, dan you know what?   Abel Lemot I dont know what.   Meira Makrempong Ngomong jangan setengah-setengah berpengaruh sama status lo.   Abel Lemot Tolong, jangan bawa status nek!   Meira Makrempong Sherly ngetiknya lama Keburu jamuran gue nunggu   Sherly Mercon Jadi tadi, pas gue di dapur, ponsel Calya bunyi terus. Gak lama Sasa dateng samperin Calya dan marah karena Calya gak angkat telpon Sasa bilang gini Kak! Ditelpon dari tadi Kan mau fitting baju buat lamaran minggu depan. Gue kaget dong guys! Gue tanya Calya, katanya dese dijodohin! Gileee.   Meira Makrempong Demi nenek Song hye kyo! Dijodohin sama siapa???   Sherly Mercon Itu dia yang buat gue penasaran!   Abel Lemot Calya jangan sider please! ☺   Calya Atmaja Gue keselek, emang kalian tukang ghibah. Dosa loh.   Meira Makrempong Gak usah sok suci lo.   Sherly Mercon Dijodohin sama siapa lo oneng? Gilee diem-diem bae   Calya Atmaja Masa lalu gue. Lo ingat Arion?   Abel Lemot Tetangga lucknut?   Calya Atmaja Hati-hati jari lo Bel, doi calon suami gue :)sia-sia sudah usaha gue move on.   Meira Makrempong Anjirrr kok bisaa? Ya Allah khilaf gue bicara kasar. Tapi gue kagett. Bangett sumpaahh!!   Sherly Mercon Gue speechless   Abel Lemot Abel terkejoed terheran-heran.   Calya Atmaja Dah ah, minggu depan kalian Harus dan Wajib dateng ke acara lamaran gue Otw sold out dong guee Yuhuuu ❤❤   Calya tertawa geli, lalu ia menscroll ponselnya dan gerakannya terhenti saat melihat satu chat dari Arion.   Captain Besok ketemu pas makan siang bisa?   Calya segera membalas, menyetujui ajakan Arion. Dan Arion mengatakan di restorannya saja.   ***   Arion melihat Calya yang baru saja memasuki pintu masuk restorannya. Gadis itu seperti biasa memakai style kasual khas nya. Kali ini ia memakai kaos berwarna pink fanta yang di balut dengan cardigan hitam serta jeans hitam dan siang ini Calya mengucir rambut sebahunya.   "Sorry lama, tadi aku ke rumah kak Lili anterin titipan Bunda" ucap Calya lalu duduk dihadapan Arion. Arion hanya mengangguk pelan.   "Mas ada perlu apa ajak ketemuan?" tanya Calya.   "Harus ya ada hal penting terlebih dahulu untuk bertemu kamu?" Arion balas bertanya. Calya meringis dan menggeleng pelan.   "Tumben aja sih" jawab Calya dengan senyumannya.   "Anggap saja ini cara saya untuk mendekatkan diri" ucap Arion.   Diam-diam, perasaan Calya menghangat. Artinya, Arion mulai membuka hatinya untuk Calya. Jantung Calya kembali berdetak kencang, dan tanpa Calya sadari, Arion berusaha meredam detak jantungnya, ia takut detak jantungnya yang menggila dapat didengar oleh Calya.   Kedua manusia itu, sibuk menutupi perasaan masing-masing. Calya yang gengsi dan Arion yang tak tau bagaimana mengekspresikan perasaannya, sejak dulu ia tak pandai mengungkapkan perasaan karena ia terbiasa memendamnya sendirian.   Hingga ia pernah merasakan penyesalan akibat sikap diam nya. Ia bahkan nyaris kehilangan orang yang ia sayangi dan kini Tuhan menakdirkannya untuk memperbaiki semuanya dengan gadis dihadapannya. Cukup di masa lalu ia merasakan penyesalan.   "Mas mau pesan apa?" tanya Calya membuyarkan lamunan Arion, sekali lagi perasaan Arion membuncah bahagia karena gadis cantik dihadapannya.   "Ayam blackpepper seperti kemarin" jawab Arion. Calya mengangguk singkat lalu pamit ke dapur.   Arion menatap tubuh mungil itu sambil dalam hati ia berdoa bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan gadis yang berhasil menjungkir balikkan hatinya tanpa sadar. Gadis yang pernah ia lukai karena kata-kata pedas dan penuh penolakannya walau setiap penolakan yang ia ucapkan semakin membuat dirinya ikut terluka.   Betapa ia gadis yang kuat dan menawan.   ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN