Pagi ini Dena terlambat memasuki kantor, tadi malam Panji tak membiarkan dirinya untuk menyentuh rumah lebih cepat. Laki-laki itu terus-terusan mengintrogasinya bahkan menuduhnya memiliki hubungan khusus bersama Aditya. Yang berimbas pada waktu tidurnya yang sangat molor. “Mei bapak sudah sampai?” tanya Dena sedikit ngosngosan. “sudah mbak, bahkan bapak sudah berangkat ke lokasi lima menit yang lalu” “kamu serius?” seterlambat apapun dirinya Aditya akan selalu menunggunya jika laki-laki itu akan bepergian urusan kerjaan, yah meskipun kali ini dirinya sudah sangat terlambat. “iya mbak, sebenarnya bapak juga baru nyampai lima belas menit terus nanyain mbak Dena. Karena mbak belum datang jadi bapak mutusin buat berangkat bareng Davin. “gitu yah makasih informasinya, kalau gitu aku ketemp

