“gak usah gugup, papi sama umma gak akan makan kamu” ujarAlisya menahan tawanya melihat raut tegang milik Ariyal “udah yuk masuk” ajak Alisya memasuki rumahnya. Janji yang awalnya bertemu di kantor Mahesa berubah menjadi di rumah karena Nadine ingin menjamu calon menantunya. “siapa Ca?” tanya Daniel dengan ponsel yang berada dalam genggaman laki-laki itu. “Ariyal pi” Tak ada komentar dari Daniel, pandangannya terarah pada jam yang ebrgelantung didindingnya. “sebentar lagi waktu magrib, kita shalat di rumah aja dan kamu yang mimpin, tunjukkan kamar mandinya Ca, setelah itu tolong kamu siapkan perlengkapan solatnya” tandas Daniel tanpa meminta persetujuan dari sang empuh. “kamu bisa kan?” tanya Alisya dari belakang Ariyal. “semoga tidak lebih buruk dari pemikiran aku” Alisya hanya t

