Part 18

1764 Kata

 “umma!” “ya ampun Ica kamu ngegetin umma untung umma gak jantungan kamu mau umma mati cepat?” cecar Nadine mengelus dadanya. “maaf umma, jangan mati dulu nanti papai nyari daun muda emang umma rela kalau papi kawin lagi?” “yah kalau istri papi kamu sayang sama tuh aki-aki gak masalah, enggak cuma mau duitnya aja” “berarti umma udah tua juga dong” “enggak, papi kamu aja yang udah tua umma masih muda, kamu tumben pagi-pagi main kerumah umma kamu sama Adit?” “iya umma, mas Adit diluar sama papi kayanya” “kamu sama Adit udah sarapan?” tanya Nadine melanjutkan kegiatannya menyiapkan meja makan lengkap dengan menu yang sudah selesai ia masak. “belum rencananya mau nebeng disini kangen sama masakan umma” “alasan, bilang aja kalau kamu gak masak, tapi serius kamu ngapain kerumah umma pag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN