Perjalanan mereka tak semulus biasanya, terlebih karena hujan yang kahir-akhir ini sering terjadi. mereka harus ngaret dari perkiraan karena memang tidak bisa lebih cepat, terlebih mereke sepakat untuk mengimbangi kecepatan Alisya yang masih sangat pemula. “bagaimana?” tanya Aditya menyambut tangan sang istri yang baru menaiki bebatuan yang sedikit licin “lumayan” Aditya mengangguk berusaha menggenggam tangan sang istri “jangan bengong, ada apa?” “tidak, tidak papa” sependengaran Alisya dulu, sangat pantang hukumnya mengatakan hal-hal tabu di dalam hutan sehingga ia hanya memendam apapun yangia lihat dan menurutnya aneh. “jangan terlalu difikirkan, nikmati saja perjalanannya” Alisya tersenyum “sudah berapa lama kita berjalan?” tanya Alisya sedikit terengah-engah. “baru dua jam, ki

