“Ca, kamu dengarin aku gak sih?” panggil salah satu temannya. “apa sih Nggit? Aku lagi sibuk ini” ucap Alisya tanpa menoleh pada Inggit. Akhir-akhir ini banyak yang memesan menu dari restorannya. “itu loh, kamu lihat arah jam 9” dengan pura-pura merenggangkan badannya Alisya melihat siapa yang di maksud oleh teman SMA nya satu itu, namun karena ia melupakan kaca matanya ia sedikit kesulitan melihat siapa yang dimaksud oleh Inggit. “itu bukannya Dea? Sama cowok” komentar Inggit “yah udah biarin aja, yang penting bukan sama suami aku” timpal Alisya tak perduli kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya. “tapi kali ini kamu harus lihat dulu cowonya, dari penampilannya cowo itu ganteng banget , tajir, dan sayangnya itu beneran suami kamu” sontak Alisya kembali melihat dengan teliti ucapan

