Part 32

1618 Kata

 Tidak ada tempat paling indah di tas muka bumi ini selain diatas sajadah, bermunajaj dengan munajaj cinta, meminta dengan merengek seperti anak kecil yang meminta sesuatu. Selama nyawa masih di badan, maka selama itu pula ujian mengikuti. Alisya paham dan sangat paham dengan teori itu namun sangat sulit untuk melaluinya. Sangking ikhlasnya ia meminta tak sadar matanya sudah tertutup dengan air mata yang masih bertahan dipelupuk mata, bahakan ketika Aditya mengangkat tubuh ringkih istrinya air mata itu kembali metes. “pagi” sapa Aditya dengan aporn yang bergelantung di leher laki-laki itu tanpa atasan, Alsiya yakin suaminya baru pulang lari pagi keliling lapangan depan, ataupun treadmil. “pagi” jawab Alisya sekilas, ia tak tau merespon suaminya dengan apa, perasaannya masih diluputi kebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN