87.

1267 Kata

Pada kenyataannya Luna harus menunggu hingga hari Kamis tiba untuk bisa menjenguk Alex di rumah tahanan dan selama 3 hari sejak Alex ditahan, Luna tidak henti menangis. Gadis satu itu merasa sangat bersalah pada sang tuan. Bagaimana pria itu disana, apakah dia makan dengan baik atau tidak, tidur dengan nyaman atau tidak, Pria itu kedinginan atau tidak disana. "Luna, apakah kau sudah siap?" Suara Joshua menggema diarea dapur tepat pukul 10 pagi. "Ya, Tuan. Saya sudah siap." Luna mengangkat beberapa paper bag yang telah dia siapkan. "Bawa apa saja kau? Kenapa banyak sekali?" Joshua sampai menatap Luna heran. "Ada makanan, camilan, minuman hangat, baju ganti, alat mandi dan juga vitamin." ucapan yang keluar dari balik bibir Luna membuat Joshua tertawa keras. "Sekhawatir itukah kau pada A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN