52.

1363 Kata

Untuk pertama kalinya suara sang tuan mengalun begitu lembut dan para pelayan yang bekerja untuk sang tuan sejak pria itu masih kecil tentunya tidak menyangka bahwa sang tuan bisa melakukannya. “Luna, ayolah. Jangan buat yang lain menunggumu.” Suara Alex sangat lembut namun ada penekanan dan paksaan yang terselip di akhir kalimat yang keluar dari bibir pria itu. Luna sangat benci pada pria itu dan tidak mau berada satu ruangan lagi dengannya namun Luna tahu pria itu bisa melampiaskan kemarahannya pada para pelayan jika dia membantah perintah pria itu. Luna tidak mau orang lain menanggung hukuman atas perilakunya. “Dari semua makanan ini, mana yang kau suka?” pria itu bertopang dagu dan menatap Luna setelah sebelumnya melirik sajian diatas meja dengan tatapan tak berminatnya. “Saya meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN