45.

1429 Kata

“Benar-benar manusia setan! Sudah tahu Luna sakit tapi dia tetap melakukan hal mengerikan pada gadis malang ini. Sebenarnya Tuan itu punya otak dan hati Nurani atau tidak, sih?!” suara itu keluar nyaring dari bibir Sulikah saat dia dan Sri merawat Luna. Kedua wanita itu buru-buru masuk ke kamar sang tuan begitu pria itu keluar dari balik pintu kamar utama dan memanggil mereka untuk mengurus Luna. Sri dan Sulikah sekuat tenaga membawa tubuh gadis yang sedang pingsan itu keluar dari kamar sang tuan dan membaringkannya di ranjang gadis itu di pavilion. “Lihat bagaimana moral pria itu hilang hanya karena nafsu!” Sulaikah menunjuk tanda berwarna merah keunguan yang tersebar di seluruh tubuh Luna yang kini terbaring pingsan. “Andai aku punya keberanian untuk melawan Tuan, aku pastinya sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN