130. End

1239 Kata

"Disinikah kau hidup selama ini?" Alex menghentikan motor maticnya di depan sebuah rumah berdinding anyaman bambu dan rusak dibeberapa sisi. "Ya." angguk Luna dengan senyum lebar dibibir seolah tak ada masalah tinggal ditempat yang menurut Alex sudah tak layak ditempati itu. "Apakah tidak ada tempat yang lebih baik?" Alex menatap Luna dalam, hatinya tercubit saat mengetahui kehidupan yang Luna jalani sangat menyedihkan, berbanding terbalik dengan hidupnya yang terlampau nyaman dengan seluruh fasilitas yang terjamin. "Apakah Tua Bangka itu tidak memberikanmu uang yang layak saat dia mengusirmu? Harusnya kau minta uang yang banyak padanya sebagai bentuk kompensasi telah pergi dari saya!" Alex mendesah keras saat mendapati Luna menatapnya dengan ekspresi hampir tertawa, "Setidaknya kau har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN