"Baiklah." Hembusan nafas lelah itu mengalun dibibir Tuan Wibisono, "Ini mengenai Dewangga dan rencana pembangunan pabrik di Vietnam." Alex menaikkan alisnya, menatap pria paruh baya itu tertarik, "Apa yang anda dapatkan?" "Wijaya membohongi seluruh petinggi Angkasa Jaya dan kami termakan dengan mudahnya. Dewangga tidak ada di Vietnam dan justru tertangkap berada di salah satu rumah sakit di Singapura. Kami baru mengetahui bahwa pengawasan pabrik di Vietnam diserahkan kepada orang lain." "Lalu kenapa anda memberikan informasi kepada saya?" "Kau pasti sudah tahu masalah ini." Tuan Wibisono menatap Alex tajam, "Terutama masalah kesehatan Dewangga yang sepertinya sangat serius." Alex bersendekap, "Anda berharap saya membuka catatan kesehatan Dewangga? Anda tahu saya adalah anak tertua da

