Untuk sesaat, ada perasaan nyaman yang Elsa rasakan, saat ada di pelukan Vian. Pelukan Vian serasa hangat dan tidak asing. Semua kegalauan dan ketakutan yang menghantui dirinya tadi, seolah sirna dengan sendirinya. Pelukan hangat yang diberikan Vian untuknya kali ini, mungkin adalah pengobat sakitnya kali ini. Tapi Elsa tak pernah berani berfikir terlalu jauh. Dalam pikirannya, Vian kali ini menghiburnya memang karena merasa kasihan saja, tidak lebih. "Terimakasih Pak, saya sudah jauh lebih baik dari pada tadi," ucap Elsa kemudian sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan Vian. "Apa kamu tidak mau cerita?" ulang Vian sambil menatap tajam ke arah Elsa. "Sa-saya hanya teringat Mama saya Pak, dan kebetulan memang saya lagi nggak enak badan." Elsa berusaha mencari alasan yang tepat agar Vian

