57. Pingsan dikamarnya

1900 Kata

"Apa? Pembantu?" tanya Pak Hendra mimik muka sedikit Heran. Pak Hendra pun kemudian mengambil ponselnya dan bergegas menelepon Vian. "Hallo Pa, ada apa Pa?" suara Vian terdengar dari seberang telepon. "Kamu dimana?" tanya Pak Hendra datar. "Ini baru perjalanan pulang Pa, gimana Pa?" jawab Vian dengan sedikit heran karena pertanyaan papanya. "Papa sudah di sekitaran rumahmu! biar papa menunggumu di rumah!" ucap Pak Hendra datar. "Tunggu Vian sampai Pa, nanti Vian hubungi kalau sudah sampai!" ucap Vian mencoba menahan papanya. "Apa tidak ada orang di rumahmu?" tanya Pak Hendra mencoba menyelidiki. "Tidak Pa," sahut Vian cepat. "Tapi aku tadi melihat ada seorang gadis masuk rumahmu!" suara bariton Pak Hendra terdengar nyaring. "Oww... itu paling Bi Rumi Pa, kalau tidak ya saudaranya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN