74. Takut gelap

2001 Kata

Suasana ruangan itu tampak tegang, dengan tatapan Pak Hendra yang menyusuri satu persatu wajah Sarah dan Dani. Merry yang ada di sampingnya, tampak puas merasa memperoleh apa yang dia inginkan. "Bagaimana ini semua bisa terjadi? kenapa tidak ada yang memberi tahu kabar ke rumah! kalau bukan karena informasi dari orang kepercayaan Mama Merry, papa tahu apa? Apa kalian sudah merasa pintar dan bisa menyelesaikan masalah kalian sendiri tanpa membutuhkan kehadiran seorang papa ditengah tengah kalian?" Suara bariton Pak Hendra terdengar menggelegar di ruangan itu.  Di sampinnya, terlihat Merry yang sedang sersenyum kecil menandakan keberhasilan misinya. Sedangkan Dani dan Sarah masih terdiam sambil menundukan kepala mereka tanpa ada yang berani menjawab kata kata Pak Hendra yang terdengar sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN