"Kak- kak Vian? kenapa kakak menamparku?" Sarah memegangi pipinya dengan linangan air mata yang mengalir di pipinya. "Agar kamu sadar kalau perbuatanmu ini salah Sarah! cepat pakai pakaianmu!" Suara Bariton Vian terdengar sangat keras di ruangan itu. Sarah pun kemudian menarik selimut dan mengambil pakaiannya yang sudah berantakan di sekitar kamar tidur. Dia kemudian menuju kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya. Vian yang melihat Dani dengan tubuh polosnya, menarik tangan Dani. Vian secara brutal kemudian menampar Dani berkali kali. Hati Vian terasa sakit, melihat adik satu satunya telah melakukan hal yang tidak seharusnya. "Dasar kamu b******k! bajin**an!" Vian terus memukuli Dani yang masih belum sadar, sekilas dia menangkap ada sebercak darah merah segar di bed itu. Roy yang melih

