76. Perubahan Rencana

1849 Kata

"Sudahlah, aku terlalu capek untuk membahas hal lain yang tidak penting. Pa, aku mau bertanya, sekarang apakah Papa masih meragukan perasaan mereka berdua, dan menuduh Vian yang menjodohkan mereka berdua? Bukankah Papa bisa lihat sendiri perasaan mereka berdua kan?" ucap Vian dingin yang sebenarnya pertanyaan itu di tujukan kepada Tante Merry. Tapi karena Vian tidak sudi mengganggap keberadaanya, dia tidak langsung menunjukkan pertanyaannya padanya. "Kalau semuanya sudah saling yakin, dan persiapan juga sudah di atur sedemikian rupa, Papa setuju saja asala mereka berdua bahagia. Lagipula, akan lebih baik acara tetap berjalan sebagaimana mestinya jika mereka berdua sudah sama sama yakin bukan?" Suara Pak Hendra akhirnya keluar dari mulutnya tentang pernikahan ini. Tadi, dia tidak merespon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN