"Cukup untuk mendengar semua pembicaraan Papa dan Mama," jawab Dani dengan suara yang terdengar berat. "Dani, kamu dengarkan dulu penjelasan Mama," ucap Mamanya Amara sambil memegang kedua pundak Dani yang terlihat rapuh. "Dani sakit Ma, Dani sangat kecewa. Kenapa bisa, ada masalah sebesar ini di keluarga kita Dani tidak dikasih tau Ma? Dan Reza, bagaimana Mama tega mebiarkan Dia ikut dan tinggal bersama Bibi Siti? Reza itu adik Dani, darah daging Mama!" Ucap Dani dengan isakan tangisnya yang pecah tak tertahan. Danipun kemudian terduduk di lantai, karena serasa tak kuat untuk menopang tubuhnya yang terasa lemah. Pak Ahmad yang melihat Dani terlihat rapuh pun, tak kuasa menahan air matanya. Dia hanya terdiam berdiri melihat darah dagingnya menangis. Tapi bagaimanapun, semuanya sudah ter

