Malam itu, Vian masih memeluk Elsa untuk beberapa saat, dan Elsa tidak berani untuk bergerak sedikitpun. Walaupun hati Elsa bergejolak campur aduk saat ini, berada di pelukan Vian. Elsa kini tau, di balik sikap Vian yang dingin, terdapat kehangatan dan kasih sayang di dalam hatinya, yang mungkin tidak banyak orang yang tahu. Ucapan Vian masih terngiang di telinga Elsa, seolah memberikan sihir untuk dirinya. Dan anehnya, Elsa pun membiarkannya tanpa ada sedikitpun rasa ingin menolak. Apa Elsa begitu bodoh? Atau Vian yang berwajah tampan begitu kuat untuk melelehkan hati Elsa? Pikiran Elsa kali ini bernyanyi tidak jelas arah tujuannya. Sesaat kemudian, Vian melepaskan pelukannya. "Maaf," ucap Vian lalu membenarkan posisi duduknya. "Oh, i-iya Pak," jawab Elsa salah tingkah karena tidak tau

